27 Januari 2009

History Week 2009

BAB 1
PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
Puja dan puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melipahkan rahmat inayah serta nikmat-Nya sehingga segala aktivitas kehidupan dunia dan akhirat kita dalam mencapai mardhotillah dapat terlaksana sesuai dengan yang kita cita-citakan.

Sholawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kepada kita hubungan vertical kepada Allah SWT dan hubungan horizontal dengan sesama manusia tanpa menyampingkan nilai-nilai perbedaan duniawi.

Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Univeristas Gadjah Mada sebagai kawah condrodimuko sejarawan Indonesia mengajarkan mahasiswanya peduli dengan pengembangan ilmu dan pembelajaran sejarah, karena hanya dengan sinergitas antara berkembangnya ilmu dan pengajaran sejarah itu sendiri, tujuan sesungguhnya dari pendidikan sejarah itu tercapai. Sejarah seharusnya bisa mengajarkan kebijaksanaan kepada bangsa ini, namun, pengalaman masa lalu bangsa ini tampaknya belum bisa dijadikan pedoman untuk melangkah lebih baik ke depan.

Salah satu wahana yang dipilih oleh Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) sebagai wadah aspirasi kegiatan mahasiswa jurusan Ilmu Sejarah FIB UGM adalah penyelenggaraan Historical Week 2009.

Tentu saja untuk mewujudkan acara tersebut sesuai harapan, membutuhkan kesungguhan, keuletan, kebersamaan dan dorongan dari semua pihak. Karena itu besar harapan kami kepada Bapak/ Ibu/ Saudara (i) untuk dapat berperan membantu terlaksananya acara tersebut dengan ikut ambil bagian dalam memberi bantuan kepada kami baik moril maupun materil.

LATAR BELAKANG
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, begitulah pemeo yang sering kita dengar. Belum lagi, kata-kata yang sering diucapkan proklamator kita, Ir. Soekarno, puluhan tahun yang lalu, “JASMERAH: Jangan sekali-kali melupakan sejarah”, seakan masih terngiang di telinga kita walaupun tidak mendengarnya langsung. Apa maksud Bung Karno dengan menyebut kata pendek penuh makna itu apabila dihubungkan dengan penghargaan kepada para pahlawan?

Saat ini, seakan rasa nasionalisme Bangsa Indonesia terkikis seiring bergulirnya era globalisasi yang menunut manusia untuk berjibaku demi kepentingan pribadinya sendiri sehingga melupakan kepentingan yang lebih besar, yaitu kepentingan masyarakat, bangsa maupun negara. Tidak boleh dilupakan bahwa nasionalisme di dalam segenap sanubari anak bangsa ini akan muncul ketika mengetahui bagaimana pertama kali para founding fathers memperjuangkan bedirinya bangsa ini, dan kita hanya dapat mengetahuinya melalui sejarah.

Indikasi itu diperparah lagi dengan fenomena berkurangnya peminat dan pemerhati sejarah dewasa ini, terutama dari generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Apalagi dengan tidak disertakannya pelajaran sejarah di dalam daftar komposisi bahan yang akan diujikan dalam Ujian Nasional (UN), otomatis semakin mengalihkan perhatian para peserta didik dari Sejarah dibandingkan pelajaran lain yang dianggap lebih penting. Belajar Sejarah seakan tidak penting karena tidak akan diujikan dalam UN. Ditambah lagi dengan pencabutan materi Sejarah dari kurikulum SD, semakin memperpuruk citra sejarah sebagai pelajaran yang layak diberi perhatian khusus.
Sejarah tidak sempit, tidak hanya ajang menghafalkan nama-nama tokoh, peristiwa-peristiwa penting, dan tempat-tempat bersejarah semata. Lebih dari itu, makna dari setiap peristiwa yang akan berdampak pada peristiwa setelahnya itulah yang seharusnya lebih digarisbawahi dalam belajar sejarah. Sehingga nilai-nilai kesejarahan bisa dipetik oleh orang yang mempelajarinya.

Tidak bisa dipungkiri bahwa muatan pelajaran sejarah mengandung nilai-nilai nasionalisme yang tinggi. Berarti, penurunan minat mempelajari sejarah berbanding lurus dengan penurunan nilai-nilai nasionalisme anak bangsa yang sangat bedampak pada penurunan rasa cinta tanah air. Dan ketika anak bangsa sudah tidak lagi mencintai tanah airnya, kita tunggu saja, kehancuran suatu bangsa tinggal menunggu waktu. Kalaupun, bangsa itu masih berdiri, itu hanya tampak dari luar, tetapi dalamnya tidak demikian.

Sejarah seharusnya telah mendewasakan negara ini. Hancurnya VOC sebagai kongsi dagang terbesar di dunia (hingga sekarang) akibat korupsi seakan dianggap angin lalu. Sebagai bangsa yang besar, sejarah seharusnya bisa dijadikan pelajaran bagi umat manusia setelahnya. Maka, apakah sejarah masih layak “dinomorduakan” dan dipandang sebelah mata?

DASAR PEMIKIRAN
• Pancasila dan UUD 1945
• Undang-undang Nomor 20, tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
• Tri Dharma Perguruan Tinggi Universitas Gadjah Mada
• Keputusan Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah FIB UGM
• Program Kerja Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah FIB UGM

MAKSUD TUJUAN
• Menumbuhkankembangkan bakat, minat, prestasi, dan semangat sportifitas yang pada tahapan selanjutnya memekarkan cinta belajar Ilmu Sejarah di kalangan siswa/siswi Sekolah Menengah Atas di DIY-Jateng. Terlebih dalam kompetisi yang berkaitan dengan kognitif dan psikomotorik.
• Meningkatkan semangat kompetisi dalam meraih kebaikan di kalangan siswa/siswi Sekolah Menengah Atas di DIY dan Jateng.
• Mengajak seluruh komponen warga DIY-Jateng baik pemerintah, praktisi pendidikan maupun masyarakat, untuk semakin peduli terhadap pengembangan Ilmu Sejarah
• Mempererat hubungan baik civitas akademika ilmu Sejarah FIB dengan para guru sejarah SMP-SMA yang tergabung dalam Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI)
• Meningkatkan kualitas pengajaran Ilmu Sejarah tingkat Sekolah Menengah Atas di DIY-Jateng.
• Sebagai ajang promosi jurusan Ilmu Sejarah FIB UGM kepada siswa /siswi Sekolah Menengah Atas di DIY-Jateng.

SASARAN
Sasaran yang hendak dicapai dengan adanya kegiatan Historical Week ini yakni :
1. Meningkatkan sportifitas dalam berkompetisi dalam kegiatan positif
2. Dapat mengembangkan pengetahuan bagi kemajuan ilmu dan pengajaran sejarah
3. Meningkatkan rasa solidaritas para peserta



BAB II
PENYELENGGARAAN


TEMA
Historical Week 2009 ini bertemakan Aku Cinta Sejarah.

WAKTU DAN TEMPAT
Acara Historical Week 2009 akan diadakan pada:
Hari : Senin s/d Minggu
Tanggal : 9 – 15 November 2009
Kegiatan Historical Week 2009 diadakan di komplek Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

BENTUK KEGIATAN
Historical Week 2009 dilaksanakan dalam sepekan yang merupakan kompilasi kegiatan perlombaan (cerdas cermat, narasi foto, essai sejarah, cerpen, band), seminar guru, pameran foto sejarah, bazar buku sekaligus produk-produk umum.

PESERTA
Historical Week 2009 ini akan diikuti oleh:
• Siswa SMA yang berada di wilayah DIY dan Jawa Tengah
• Guru-guru sejarah SMP dan SMA di wilayah DIY
• Pemerhati dan pencinta sejarah (umum)

PENDAFTARAN
Pendaftaran peserta Historical Week 2009 dibagi dalam dua tahap pendaftaran, yaitu:
1. Pendaftaran pertama, kontingen mengisi formulir pendaftaran yang tersedia dengan lengkap yang telah dikirimkan oleh panitia ke sekolah dan menyerahkannya kembali ke panitia selambat-lambatnya 1 November 2009 beserta pelunasan biaya administrasi.
2. Kapasitas maksimal peserta lomba:
• Narasi Foto : Tidak terbatas
• Cerdas Cermat : Maksimal 100 tim
• Essay Sejarah : Tidak terbatas
• Cerpen Sejarah : Tidak terbatas
• Band dan Puisi : Maksimal 20 grup
Karena keterbatasan kapasistas maksimal peserta, maka diharapkan mengirimkan peserta perwakilan sekolahnya sesuai dengan waktu yang ditentukan panitia.
3. Pendaftaran kedua (ulang), saat tiba di kampus Fakultas Ilmu Budaya, selambat-lambatnya 1 jam sebelum acara dimulai (khusus cerdas cermat dan band).

PERSYARATAN PESERTA
1. Menyerahkan pas photo 3x4 sebanyak dua lembar
2. Mengisi formulir yang telah dikirimkan panitia
2. Diajukan dan didaftarkan oleh sekolah yang bersangkutan
3. Sanggup melaksanakan semua ketentuan yang ditentukan panitia
4. Membayar administrasi pendaftaran sesuai ketentuan\

KEWAJIBAN PESERTA
Setiap peserta/tim harus membayar uang pendaftaran:
1. Untuk peserta/tim:
Narasi Foto Rp. 20.000,- (3-5 orang)
Cerdas Cermat Rp. 100.000,- (3 orang dan 1 guru pendamping)
Essay Sejarah Rp. 10.000,- (1-2 orang)
Cerpen Sejarah Rp. 10.000,- (1 orang)
Band dan Puisi Rp. 50.000,- (3-6 orang)

2. Untuk tiap-tiap kontingen sekolah*:
Cindera mata Rp. 25.000,-
Administrasi kepanitiaan Rp. 10.000,-
Jumlah Rp. 35.000,-
*Dalam hal ini, setiap kontingen (perwakilan) dari sekolah dikenakan biaya sebesar ketentuan.

PERALATAN
1. Peralatan pribadi dan kelompok semuanya ditanggung oleh peserta dan kelompoknya (alat tulis, dll).
2. Selama kegiatan berlangsung, tidak diperkenankan kepada seluruh peserta untuk membawa dan menggunakan alat komunikasi dalam bentuk apapun yang dapat memberikan petunjuk dan menolong dalam segala kegiatan (Cerdas cermat).
3. Peserta yang mengikuti lomba band diperbolehkan membawa insrtumen khusus, adapun instrumen standar sudah disediakan oleh panitia.

TANDA PENGHARGAAN
• Piagam
Piagam penghargaan diberikan kepada:
1. Seluruh peserta Historical Week 2009
2. Peserta seminar sejarah
3. Kontingen terbaik satu, dua, dan tiga

• Medali plus uang pembinaan

Piala diberikan kepada:
• Narasi Foto Juara 1 dan 2, serta foto favorit
• Cerdas Cermat Juara 1, 2, dan 3
• Essay Sejarah Juara 1, 2, dan 3
• Cerpen Sejarah Juara 1, 2, dan 3
• Band dan Puisi Juara 1, 2, dan 3



BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

TAHAP KEGIATAN
Kegiatan Historical Week 2009 meliputi:
1. Pembukaan
2. Festival Film Sejarah (tidak dilombakan)
3. Lomba Narasi Foto
4. Pameran Foto Sejarah (tidak dilombakan)
5. Lomba Essay Sejarah
6. Lomba Cerdas Cermat
7. Lomba Cerpen
8. Lomba Band dan musikalisasi puisi
9. Seminar Guru-guru Sejarah (tidak dilombakan)
10.Bazar Buku dan Produk (tidak dilombakan)
11.Penutupan dan pembagian hadiah


KONSEP KEGIATAN
Kegiatan Historical Week 2009 akan diramaikan dengan perpaduan kegiatan ilmiah, edukatif dan entertain yang penuh dengan unsur historis seperti Lomba Narasi dan Pameran Foto Sejarah, Festival Film Sejarah, Lomba Essay ‘Bagaimana seharusnya sejarah diajarkan’, Lomba Cerdas Cermat antar-SMA se-DIY-Jateng, Seminar Guru Sejarah SMP-SMA, Lomba band Sejarah antar-SMA juga musikalisasi puisi.

Lomba Narasi dan Pameran Foto Sejarah merupakan kegiatan yang relatif baru untuk pengembangan ilmu sejarah dengan mencoba melatih tingkat ketelitian peserta dalam memilih foto jadul bisa dari dokumentasi pemerintah, sekolah, keluarga ataupun pribadi dan mencoba menarasikannya dalam beberapa paragraf.

Festival Film sejarah mencoba menyosialisasikan film-film sejarah yang fenomemal dalam rangka memberikan alternatif pembelajaran sejarah melalui kritik film. Setelah menyaksikan festival film, para peserta akan dipantik tingkat kekritisannya dalam memandang sebuah film sebagai history as written yang bagaimanapun juga akan penuh dengan subjektivitas pembuatnya, melalui sebuah diskusi ringan.

Lomba essay ‘Bagaimana seharusnya sejarah diajarkan’ diselenggarakan untuk melihat aspirasi dan kepedulian siswa SMA terkait pembelajaran sejarah di sekolah. Dengan realita mata pelajaran Ilmu Sejarah yang tidak di UNAS-kan, praktis hanya dengan inovasi dan revolusi pembelajaran, mata pelajaran Ilmu Sejarah kembali berada di hati siswa. 3 besar dari peserta lomba essay ini akan mendapat kesempatan presentasi di hadapan seminar guru-guru Sejarah SMP-SMA se-DIY dan Jateng. Follow up dari lomba essay ‘Bagaimana seharusnya sejarah diajarkan’ dan cerpen berlatar belakang temporal dan spasial historis, diharapkan akan menjadi buku kumpulan essay maupun kumpulan cerpen yang hak royaltinya dipegang sepenuhnya oleh Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah (BKMS) dalam rangka menghidupui kegiatan kemahasiswaan ke depan.

Lomba Cerdas Cermat Sejarah menjadi kegiatan andalan dalam penyelenggaraan Historical week tahun ini. Dalam kegiatan inilah tingkat intelektual siswa SMA se-DIY dan Jateng dalam bidang Ilmu Sejarah dikompetisikan. Diawali dengan babak penyisihan sehingga menyisakan 10 terbaik. Setiap kabupaten/kota diwakili 2 tim terbaik. Seleksi selanjutnya dilanjutkan dengan mengambil 5 besar yang mewakili setiap kabupaten/kota yang secara otomatis masuk ke babak final. Di babak final dari 5 tim akan diambil 3 tim terbaik sebagai juara 1, 2 dan 3.

Lomba band musik perjuangan antar-SMA juga musikalisasi puisi perjuangan diselenggarkan dalam rangka melihat sisi humanisme sejarah yang bisa diajarkan melalui bidang seni. Generasi teenlit sekarang harus juga disuguhi metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mereka. Panelis mungkin juga dapat memberikan beberapa pertanyaan tentang sejarah dan situasi zaman diciptakannya lagu-lagu tersebut.

TEKNIS GLOBAL PELAKSANAAN PERLOMBAAN
1. Peserta diperbolehkan mengenakan jas almamater atau seragam khusus tetapi tetap dengan identitas sekolah yang jelas.
2. Lima menit sebelum perlombaan dimulai, seluruh peserta harus sudah hadir di tempat perlombaan
2. Apabila peserta tidak datang ke tempat perlombaan, selambat-lambatnya 10 menit setelah perlombaan dimulai, maka kontingen dianggap gugur atau dianggap tidak menikuti kegiatan tersebut
3. Pembina pendamping dan suporter dilarang mendekati peserta, apabila ada yang membantu dalam perlombaan, maka kontingen tersebut akan terancam penalti dan diskualifikasi.
4. Diperkenankan kepada setiap kontingen untuk membawa peserta cadangan dengan kewajiban melapor terlebih dahulu kepada panitia perlombaan.

DETAIL LOMBA
1. LOMBA NARASI FOTO SEJARAH
Peserta : Tim terdiri dari 3-5 orang
Kriteria penilaian : Pemilihan foto (40%) dan narasi sejarah diskriptif dan analisis foto (50%), administrasi (10%)
Penghargaan : Juara Narasi 1 dan 2 serta Foto Favorit
Syarat Khusus Lomba :
• Foto yang diperlombakan original bukan hasil olah desain grafis
• Batas tahun cetak/dihasilkannya foto maksimal tahun 1990
• Foto diperbesar dengan ukuran 10 R
• Boleh mengirimkan lebih dari 1 foto
• Melampirkan foto asli yang menjadi persyaratan administrasi (foto asli dikembalikan kepada peserta)
• Melampirkan narasi foto dengan ukuran format kertas A4, Times New Roman, 12 pt, spasi 1 maksimal 10 baris. (satu kertas untuk satu foto) dan soft copy dalam CD.
• Melampirkan identitas peserta dan sekolah (foto copi kartu pelajar) Biodata peserta berupa nama, alamat, nama sekolah, alamat sekolah, nomor telepon/hp yang bisa dihubungi, dan alamat e-mail, ditulis terpisah dengan naskah yang dilombakan.
• Dimasukkan dalam amplop tertutup
• Foto dan narasi sampai ke meja panitia selambat-lambatnya pada tanggal 5 November 2009 dengan alamat:
Panitia Historical Week 2009
Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Gadjah Mada Jogjakarta

Catatan :
• Foto-foto yang diperlombakan menjadi hak penuh panitia
• Foto-foto yang terpilih akan ditampilkan dalam Pameran Foto Sejarah

2. LOMBA ESSAY SEJARAH
Peserta : 1-2 orang (Satu sekolah boleh mengirim lebih dari 1 tim)
Kriteria penilaian : Format penulisan (30%), gagasan tulisan (60%), administrasi (10%)
Penghargaan : Juara 1, 2 dan 3
Syarat Khusus Lomba :
• Perorangan atau kelompok yang terdiri dari maksimal 2 (dua) siswa.
• Tema Essay ”Bagaimana Ilmu Sejarah Seharusnya Diajarkan?”
• Karya Ilmiah merupakan karya sendiri yang belum pernah diterbitkan oleh media manapun serta tidak sedang sedang diikutkan lomba lain yang sejenis.
• Sifat dan Isi tulisan
1. Isi tulisan bersifat ilmiah, logis dan sistematis
2. Sesuai dengan tema
3. Materi karya tulis merupakan isu mutakhir atau aktual
4. Menawarkan metode pembelajaran sejarah terbaik di tengah merosotnya minat peserta didik untuk mempelajari sejarah
• Tulisan Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)
• Garis besar sistematika penulisan karya ilmiah mencakup:
1. Halaman judul
2. Pendahuluan
3. Isi/pembahasan
4. Kesimpulan & saran
5. Daftar pustaka
6. Daftar riwayat hidup penulis dan guru pembimbing
7. Lampiran (jika ada)
• Format
1. Font: Arial 12, spasi: 1,5, ukuran kertas: A4
Jumlah halaman: maksimum 20 halaman tidak temasuk halaman judul dan lampiran.
2. Batas Pengetikan samping kiri 4 cm, samping kanan 3 cm batas atas dan bawah masing-masing 3 cm.
• Kriteria Penilaian
1. Format penulisan
2. Kesesuaian topik dengan tema
3. Orisinalitas
4. Kreativitas
5. Data dan sumber informasi
6. Ketajaman analisis
• Biodata peserta berupa nama, alamat, nama sekolah, alamat sekolah, nomor telepon/hp yang bisa dihubungi, dan alamat e-mail, ditulis terpisah dengan naskah yang dilombakan.
• Tulisan harus disertai fotokopi kartu identitas (kartu pelajar) yang masih berlaku
• Tulisan sampai ke meja panitia dalam bentuk hard copy sebanyak 3 eksemplar dan soft copy CD selambat-lambatnya pada tanggal 5 November 2009 dengan alamat:
Panitia Historical Week 2009
Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Gadjah Mada Jogjakarta

• Peserta diperbolehkan mengirim naskah lebih dari satu asalkan dikirim dalam amplop terpisah.
Catatan :
• Essay yang dikirimkan menjadi hak penuh panitia
• 3 essay terbaik akan dipresentasikan dalam Seminar Guru Sejarah SMP-SMA di wilayah DIY yang akan diselenggarakan pada Jum’at, 13 November 2009 di Auditorium FIB UGM
• Penulis 3 essay terbaik akan dihubungi panitia maksimal 3 hari sebelum penyelenggaraan seminar untuk mempersiapkan diri mempresentasikan essay-nya
• Penentuan juara dilakukan dewan juri ketika pelaksanaan Seminar

3. LOMBA CERPEN
Peserta : 1 orang (Satu sekolah boleh mengirim lebih dari 1 peserta)
Kriteria penilaian : Format penulisan (60%), sinkronisasi sejarah (30%) administrasi (10%)
Penghargaan : Juara 1, 2 dan 3
Syarat Khusus Lomba :
• Peserta perorangan
• Tema bebas, yang berlatar pada peristiwa-peristiwa sejarah.
• Cerita merupakan karya sendiri yang belum pernah diterbitkan oleh media manapun serta tidak sedang mengikuti lomba lain. Cerita juga bukan karya terjemahan.
• Tulisan dikirim rangkap 3 (tiga), spasi ganda dan diketik di atas kertas folio (A4). Panjang cerpen 7500-9000 karakter, besar font 12 dan pada naskah lomba tidak boleh dicantumkan nama penulis.
• Biodata peserta berupa nama, alamat, nama sekolah, alamat sekolah, nomor telepon/hp yang bisa dihubungi, dan alamat e-mail, ditulis terpisah dengan naskah yang dilombakan.
• Tulisan harus disertai fotokopi kartu identitas (kartu pelajar) yang masih berlaku
• Tulisan sampai ke meja panitia dalam bentuk hard copy sebanyak 3 eksemplar dan soft copy CD selambat-lambatnya pada tanggal 5 November 2009 dengan alamat:
Panitia Historical Week 2009
Badan Keluarga Mahasiswa Sejarah
Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya,
Universitas Gadjah Mada
Jl. Nusantara 1 Bulaksumur Yogyakarta 55281

• Seorang peserta diperbolehkan mengirim naskah lebih dari satu asalkan dikirim dalam amplop terpisah.

Catatan:
• Cerpen yang dikirimkan menjadi hak penuh panitia
• Penulis 3 cerpen terbaik akan dihubungi panitia maksimal 3 hari sebelum penyerahan hadiah dalam penutupan acara tanggal 15 November 2009
• Penilaian dengan sistem tertutup

4. LOMBA CERDAS CERMAT
Tempat Lomba : Auditorium Fakultas Ilmu Budaya
Peserta : Tim terdiri dari 3 orang
Kriteria penilaian : Babak penyisihan akan diambil 20 terbaik (4 tim terbaik dari setiap kabupaten/kota)
Babak 20 besar akan diambil 5 terbaik yang akan melaju ke grand final
Babak final akan diambil 3 tim terbaik
Penghargaan : Juara 1, 2 dan 3
Syarat Khusus Lomba :
• Membawa alat tulis pribadi
• Tidak mengaktifkan alat komunikasi apapun selama perlombaan
• Tidak membawa catatan apa pun selama perlombaan

5. LOMBA BAND LAGU PERJUANGAN’ DAN MUSIKALISASI PUISI
Tempat Lomba : Panggung Terbuka Fakultas Ilmu Budaya
Peserta : Tim yang terdiri dari 3-6 orang
Kriteria penilaian : Musik (50%), Costum (20%), Gaya (20%), Respon penonton (10%)
Penghargaan : Juara 1, 2 dan 3
Syarat Khusus Lomba :
• Aliran musik bebas
• Kesesuaian musik dan lirik dengan unsur sejarah dan perjuangan diutamakan
• Menyanyikan satu lagu pilihan (salah satu Bengawan Solo, Jembatan Merah, Kulepas Dikau Pahwalan, Surabaya dan Sepasang Mata Bola) dan satu lagu bebas.
• Diperbolehkan membawa alat musik khusus sendiri, adapun alat musik standar sudah disediakan oleh panitia.
• Patuh dengan disiplin waktu, panitia berhak memberhentikan penampilan ketika dirasa melebihi waktu yang telah ditentukan
• Menjaga kesopanan dan ketertiban pada saat perlombaan

KRITERIA JUARA
1. Juara tiap-tiap lomba : Dinilai dari hasil perlombaan
2. Juara umum : Dinilai dari komulatif medali yang diraih



BAB IV
LOGISTIK

SARANA DAN PRASARANA
1. Area kampus Fakultas Ilmu Budaya UGM
2. Prasarana MCK
3. Prasarana ibadah
4. Pameran foto sejarah
5. Bazar buku sejarah dan umum
6. Bazar produk-produk

KONSUMSI
Konsumsi merupakan suatu masalah yang sangat sensitif sehingga memerlukan perhatian dan penanganan yang khusus, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
1. Snack dan makan siang hanya diberikan kepada seluruh peserta dan guru pendamping lomba cerdas cermat.
2. Dipersilahkan bagi peserta dan penonton untuk membeli konsumsi dan kebutuhan logistik lain di bazar aneka produk

TRANSPORTASI
Transportasi peserta menuju kampus Fakultas Ilmu Budaya UGM ditanggung sekolah masing-masing dengan beberapa catatan:
1. Dengan bus Trans Jogja turun di shelter KOPMA UGM lalu berjalan ke timur 300 meter
2. Dengan bus kota jalur 2, 4 atau 12 turun di bunderan Filsafat lalu berjalan ke barat 100 meter
3. Dengan kendaraan pribadi harus memperhatikan peraturan dan ketertiban yang ditetapkan oleh kampus UGM (masuk lewat pintu Boulevard di sebelah selatan atau fakultas Filsafat di sebelah timur).


BAB VI
PENUTUP

Harapan
1. Penyelenggaraan Historical Week 2009 diharapkan berjalan lancar dan sukses dengan:
a. Perencanaan dan penyusunan program kegiatan yang realistis dan pragmatis serta persiapan yang mantap
b. Komunikasi timbal balik antar kontingen sekolah dan panita
c. Koordinasi, kerja sama dan peran serta dengan pihak fakultas, instansi pemerintahah dan masyarakat
2. Tiap kontingen sekolah akan memanfaatkan dan mengembangkan pengalaman dan ketrampilan yang diperoleh di sekolah untuk menghadapi Historical Week 2009


Ucapan terima kasih
1. Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada panitia, para dosen pembimbing dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya beserta jajarannya serta segenap instansi baik pemerintahan maupun swasta serta masyarakat yang telah memberikan dorongan moril dan spiritual dalam rangka mensukseskan acara Historical Week 2009
2. Semoga Allah SWT memberkati kita semua atas amal dan jerih payah kita dalam melaksanakan tugas yang mulia ini. Amin.

NB:
• Petunjuk ini sewaktu-waktu dapat berubah
• Pendaftaran berakhir pada 5 November 2009 pada jam aktif kuliah.
• Untuk informasi lebih jelasnya bisa menghubungi panitia di Sekretariat Bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UGM
• Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Irma Budi Santoso (085695508509)
Ghifari Yuristiadhi (085740079846)

BKMS FIB UGM

Foto saya
Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia
Sebuah organisasi mahasiswa di tingkat jurusan atau lazimnya dikenal sebagai HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan). BKMS merupakan sebuah konduktor bagi mahasiswa sejarah UGM dengan staf Jurusan Ilmu Sejarah FIB UGM. Selain itu BKMS juga merupakan wadah pemersatu dan sarana pembelajaran berorganisasi bagi mahasiswa Ilmu Sejarah FIB UGM.

  © Blogger template 'A Click Apart' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP